Halo halo semuanya..
Kembali lagi dengan kami di blog bersama kami. Kali ini, aku akan sedikit membagi pikiranku tentang membuat masa depan dunia ini lebih baik. Non non non.. Aku nggak akan muluk-muluk untuk berkelakar tentang perdamaian dunia, obat penyembuh AIDS atau sumber energi alternatif, namun, bahasan kali ini akan sedikit lebih kecil, gembul dan menggemaskan.
Yup. Tema kali ini adalah tentang bayi. "Emang, tahu apa dirimu tentang bayi Sat?" Well, kalau ditanya seperti itu, mungkin aku nggak bisa jawab banyak. Meskipun aku udah bertahun-tahun merawat para ponakanku sewaktu mereka bayi, but I have to bo honest, I am not a father, yet. Tapi itulah maksud dari postingan kali ini, bahwa meskipun belum diberi kepercayaan oleh Allah SWT, tapi aku akan terus menimba ilmu dan mempersiapkan diri. Because I, no.. because we, expect a baby.
Oke, mari masuk ke inti masalah, What to expect when we're expecting a baby:

1. The Baby itself
Ok, apa yg kita harus kita harapkan waktu menginginkan seorang bayi, adalah bayi itu sendiri. Tidaklah pantas seseorang mengharapkan muluk-muluk atas kelahiran seorang bayi. Kenapa? Karena setiap bayi tidak lahir dalam keadaan yg sama. Ada yg jenius, ada yg kurang jenius, ada yg kelebihan anggota badan, ada juga yg kekurangan, akan tetapi, setiap bayi membutuhkan hal yg sama: "diterima dengan baik oleh keluarganya"
Diterima dalam hal ini adalah, mendapat perhatian, kasih sayang, perlindungan dan nutrisi serta pendidikan yg baik. Hal ini sangat penting, karna dengan diterima oleh keluarganya, maka sang bayi akan mendapat kemungkinan lebih besar untuk tumbuh menjadi pribadi yg berguna, tak peduli seberapa kurang dia waktu lahir.
2. A full time pain.
Sudah bukan sebuah rahasia, kalau bayi itu merepotkan: merengek tengah malam, pipis dan pup dicelana, gampang sakit, dan belum lagi kalau ada alergi dan semacamnya. Kehadiran seorang bayi, akan membuat kita jauh lebih repot dari biasanya, istirahat lebih sedikit, bersabar lebih banyak dan hal-hal lain yg sebelumnya kita pesimis bisa melakukannya.
But hey.. That little cute creature called baby is a magical creature. Mungkin kita jadi repot, mungkin kita jadi lelah, mungkin kita jadi stress, but a baby is worth every pain. Karna sebagai gantinya, ia memberi kita harapan akan masa depan.
3. A Mind, a soul.
Setiap bayi, lahir dengan ruhnya sendiri dan kepalanya sendiri. Dia tidak menempel ke kita dan tidak juga bagian dari diri kita. Tak peduli, walau dia lahir dari darah daging kita, bukan jaminan bahwa perkataan kita akan diterima 100% oleh mereka. Kita harus menyadari bahwa mereka mempunyai pola pikir sendiri, sudut pandang sendiri dan pendapat mereka sendiri.Banyak yang mengatakan bahwa “a baby is a blank canvas” namun tak banyak yang menyadari bahwa pelukis sebenarnya dari blank canvas tadi adalah sang bayi sendiri. Sedang tugas kita adalah menginspirasi, memotivasi dan memberi batasan-batasan. Apakah mereka akan termotivasi, terinspirasi atau patuh terhadap batasan tadi adalah keputusan sang anak sendiri. Maka, jangan kaget para orang tua bila sang anak sesekali melakukan kesalahan-kesalahan dalam mejalani hidup mereka. Dan sebagai tips, dengan memahami pola pikir dan sudut pandang sang anak, kita kan dapat lebih mudah menginspirasi, memotivasi dan dipatuhi oleh anak kita.
Kembali lagi dengan kami di blog bersama kami. Kali ini, aku akan sedikit membagi pikiranku tentang membuat masa depan dunia ini lebih baik. Non non non.. Aku nggak akan muluk-muluk untuk berkelakar tentang perdamaian dunia, obat penyembuh AIDS atau sumber energi alternatif, namun, bahasan kali ini akan sedikit lebih kecil, gembul dan menggemaskan.
Yup. Tema kali ini adalah tentang bayi. "Emang, tahu apa dirimu tentang bayi Sat?" Well, kalau ditanya seperti itu, mungkin aku nggak bisa jawab banyak. Meskipun aku udah bertahun-tahun merawat para ponakanku sewaktu mereka bayi, but I have to bo honest, I am not a father, yet. Tapi itulah maksud dari postingan kali ini, bahwa meskipun belum diberi kepercayaan oleh Allah SWT, tapi aku akan terus menimba ilmu dan mempersiapkan diri. Because I, no.. because we, expect a baby.
Oke, mari masuk ke inti masalah, What to expect when we're expecting a baby:

1. The Baby itself
Ok, apa yg kita harus kita harapkan waktu menginginkan seorang bayi, adalah bayi itu sendiri. Tidaklah pantas seseorang mengharapkan muluk-muluk atas kelahiran seorang bayi. Kenapa? Karena setiap bayi tidak lahir dalam keadaan yg sama. Ada yg jenius, ada yg kurang jenius, ada yg kelebihan anggota badan, ada juga yg kekurangan, akan tetapi, setiap bayi membutuhkan hal yg sama: "diterima dengan baik oleh keluarganya"
Diterima dalam hal ini adalah, mendapat perhatian, kasih sayang, perlindungan dan nutrisi serta pendidikan yg baik. Hal ini sangat penting, karna dengan diterima oleh keluarganya, maka sang bayi akan mendapat kemungkinan lebih besar untuk tumbuh menjadi pribadi yg berguna, tak peduli seberapa kurang dia waktu lahir.
2. A full time pain.
Sudah bukan sebuah rahasia, kalau bayi itu merepotkan: merengek tengah malam, pipis dan pup dicelana, gampang sakit, dan belum lagi kalau ada alergi dan semacamnya. Kehadiran seorang bayi, akan membuat kita jauh lebih repot dari biasanya, istirahat lebih sedikit, bersabar lebih banyak dan hal-hal lain yg sebelumnya kita pesimis bisa melakukannya.
But hey.. That little cute creature called baby is a magical creature. Mungkin kita jadi repot, mungkin kita jadi lelah, mungkin kita jadi stress, but a baby is worth every pain. Karna sebagai gantinya, ia memberi kita harapan akan masa depan.
3. A Mind, a soul.
Setiap bayi, lahir dengan ruhnya sendiri dan kepalanya sendiri. Dia tidak menempel ke kita dan tidak juga bagian dari diri kita. Tak peduli, walau dia lahir dari darah daging kita, bukan jaminan bahwa perkataan kita akan diterima 100% oleh mereka. Kita harus menyadari bahwa mereka mempunyai pola pikir sendiri, sudut pandang sendiri dan pendapat mereka sendiri.Banyak yang mengatakan bahwa “a baby is a blank canvas” namun tak banyak yang menyadari bahwa pelukis sebenarnya dari blank canvas tadi adalah sang bayi sendiri. Sedang tugas kita adalah menginspirasi, memotivasi dan memberi batasan-batasan. Apakah mereka akan termotivasi, terinspirasi atau patuh terhadap batasan tadi adalah keputusan sang anak sendiri. Maka, jangan kaget para orang tua bila sang anak sesekali melakukan kesalahan-kesalahan dalam mejalani hidup mereka. Dan sebagai tips, dengan memahami pola pikir dan sudut pandang sang anak, kita kan dapat lebih mudah menginspirasi, memotivasi dan dipatuhi oleh anak kita.
4.
The Fun
Bayi
merupakan mahluk ajaib. Tak peduli seberapa direpotkannya kita nanti, setiap
orang tua pasti akan merasa bahagia melihat anaknya sehat dan senang. Secara
logis, hal ini tidak bisa dijelaskan. Akan tetapi, tidak ada yang memungkiri
kenyataan ini bahwa: memiliki anak merupakan suatu kebahagiaan dan kebahagiaan
itu tidak main-main besarnya. Let’s say, Allah made it that way.
5.
Nothing but pray.
Apabila kita ditanya “apa yang kamu
harapkan dari anakmu?” maka jawaban tiap orang tua bisa saja berbeda-beda. Tapi
kalau aku ditanya hal itu, maka aku hanya akan minta doa. Menurutku, tidak
seharusnya orang tua mengharapkan anaknya untuk menjadi “sesuatu”. Jadi PNS
lah, jadi Polisi lah, dan lain-lain. Ada juga orang tua yang mengharapkan
banyak hal dari anaknya. Tapi, apabila kita cermati, tak ada yg jauh lebih
mahal dari doa.
Seorang anak bisa saja menjadi
polisi atau pns atas keinginan orang tua, atau bisa saja seorang anak memberi
banyak materi kepada orang tuanya. Akan tetapi bisa saja sang anak tidak ihklas
melakukannya. Selain akan menjadi beban tersendiri bagi sang anak, juga dapat
menciptakan benih kejengkelan kepada orang tua yang bisa saja berujung kepada
pemutusan hubungan.
Tapi untuk doa, anak yang mendoakan
orang tuanya, pastilah ihklas melakukannya (karena doa itu gratis dan yg tahu
dia berdoa apa tidak hanyalah Allah dan sang anak), dan anak yang melakukannya
pastilah sayang terhadap orang tuanya. Dan tentu saja, anak yg secara rutin mendoakan
orang tuanya adalah bukti bahwa orang tua tersebut membesarkan anaknya dengan
baik dan benar.
Well, itu saja para pembaca
pendapatku tentang apa yg harus kita harapakan atau persiapkan kala
mengharapkan seorang bayi. Sehingga tidak bolehlah kita hanya menikmati proses
pembuatannya tanpa mempersiapkan diri atas konsekuensi-konsekuensi diatas.
Makasih atas waktunya membaca blog
ini. Apakah posting ini terlalu idealis, terlalu naif atau malah kurang
lengkap? Silahkan komen di posting ini.
Ciao
