Selasa, 29 April 2014

What to Expect When You Are Expecting

Halo halo semuanya.. 


Kembali lagi dengan kami di blog bersama kami. Kali ini, aku akan sedikit membagi pikiranku tentang membuat masa depan dunia ini lebih baik. Non non non.. Aku nggak akan muluk-muluk untuk berkelakar tentang perdamaian dunia, obat penyembuh AIDS atau sumber energi alternatif, namun, bahasan kali ini akan sedikit lebih kecil, gembul dan menggemaskan.
Yup. Tema kali ini adalah tentang bayi. "Emang, tahu apa dirimu tentang bayi Sat?" Well, kalau ditanya seperti itu, mungkin aku nggak bisa jawab banyak. Meskipun aku udah bertahun-tahun merawat para ponakanku sewaktu mereka bayi, but I have to bo honest, I am not a father, yet. Tapi itulah maksud dari postingan kali ini, bahwa meskipun belum diberi kepercayaan oleh Allah SWT, tapi aku akan terus menimba ilmu dan mempersiapkan diri. Because I, no.. because we, expect a baby.

  

Oke, mari masuk ke inti masalah, What to expect when we're expecting a baby:




1. The Baby itself
Ok, apa yg kita harus kita harapkan waktu menginginkan seorang bayi, adalah bayi itu sendiri. Tidaklah pantas seseorang mengharapkan muluk-muluk atas kelahiran seorang bayi. Kenapa? Karena setiap bayi tidak lahir dalam keadaan yg sama. Ada yg jenius, ada yg kurang jenius, ada yg kelebihan anggota badan, ada juga yg kekurangan, akan tetapi, setiap bayi membutuhkan hal yg sama: "diterima dengan baik oleh keluarganya"
Diterima dalam hal ini adalah, mendapat perhatian, kasih sayang, perlindungan dan nutrisi serta pendidikan yg baik. Hal ini sangat penting, karna dengan diterima oleh keluarganya, maka sang bayi akan mendapat kemungkinan lebih besar untuk tumbuh menjadi pribadi yg berguna, tak peduli seberapa kurang dia waktu lahir.


2. A full time pain.
Sudah bukan sebuah rahasia, kalau bayi itu merepotkan: merengek tengah malam, pipis dan pup dicelana, gampang sakit, dan belum lagi kalau ada alergi dan semacamnya. Kehadiran seorang bayi, akan membuat kita jauh lebih repot dari biasanya, istirahat lebih sedikit, bersabar lebih banyak dan hal-hal lain yg sebelumnya kita pesimis bisa melakukannya.
But hey.. That little cute creature called baby is a magical creature. Mungkin kita jadi repot, mungkin kita jadi lelah, mungkin kita jadi stress, but a baby is worth every pain. Karna sebagai gantinya, ia memberi kita harapan akan masa depan.


3. A Mind, a soul.
Setiap bayi, lahir dengan ruhnya sendiri dan kepalanya sendiri. Dia tidak menempel ke kita dan tidak juga bagian dari diri kita. Tak peduli, walau dia lahir dari darah daging kita, bukan jaminan bahwa perkataan kita akan diterima 100% oleh mereka. Kita harus menyadari bahwa mereka mempunyai pola pikir sendiri, sudut pandang sendiri dan pendapat mereka sendiri.Banyak yang mengatakan bahwa “a baby is a blank canvas” namun tak banyak yang menyadari bahwa pelukis sebenarnya dari blank canvas tadi adalah sang bayi sendiri. Sedang tugas kita adalah menginspirasi, memotivasi dan memberi batasan-batasan. Apakah mereka akan termotivasi, terinspirasi atau patuh terhadap batasan tadi adalah keputusan sang anak sendiri. Maka, jangan kaget para orang tua bila sang anak sesekali melakukan kesalahan-kesalahan dalam mejalani hidup mereka. Dan sebagai tips, dengan memahami pola pikir dan sudut pandang sang anak, kita kan dapat lebih mudah menginspirasi, memotivasi dan dipatuhi oleh anak kita.

4. The Fun
Bayi merupakan mahluk ajaib. Tak peduli seberapa direpotkannya kita nanti, setiap orang tua pasti akan merasa bahagia melihat anaknya sehat dan senang. Secara logis, hal ini tidak bisa dijelaskan. Akan tetapi, tidak ada yang memungkiri kenyataan ini bahwa: memiliki anak merupakan suatu kebahagiaan dan kebahagiaan itu tidak main-main besarnya. Let’s say, Allah made it that way.

5. Nothing but pray.
Apabila kita ditanya “apa yang kamu harapkan dari anakmu?” maka jawaban tiap orang tua bisa saja berbeda-beda. Tapi kalau aku ditanya hal itu, maka aku hanya akan minta doa. Menurutku, tidak seharusnya orang tua mengharapkan anaknya untuk menjadi “sesuatu”. Jadi PNS lah, jadi Polisi lah, dan lain-lain. Ada juga orang tua yang mengharapkan banyak hal dari anaknya. Tapi, apabila kita cermati, tak ada yg jauh lebih mahal dari doa.
Seorang anak bisa saja menjadi polisi atau pns atas keinginan orang tua, atau bisa saja seorang anak memberi banyak materi kepada orang tuanya. Akan tetapi bisa saja sang anak tidak ihklas melakukannya. Selain akan menjadi beban tersendiri bagi sang anak, juga dapat menciptakan benih kejengkelan kepada orang tua yang bisa saja berujung kepada pemutusan hubungan.
Tapi untuk doa, anak yang mendoakan orang tuanya, pastilah ihklas melakukannya (karena doa itu gratis dan yg tahu dia berdoa apa tidak hanyalah Allah dan sang anak), dan anak yang melakukannya pastilah sayang terhadap orang tuanya. Dan tentu saja, anak yg secara rutin mendoakan orang tuanya adalah bukti bahwa orang tua tersebut membesarkan anaknya dengan baik dan benar.


Well, itu saja para pembaca pendapatku tentang apa yg harus kita harapakan atau persiapkan kala mengharapkan seorang bayi. Sehingga tidak bolehlah kita hanya menikmati proses pembuatannya tanpa mempersiapkan diri atas konsekuensi-konsekuensi diatas.



Makasih atas waktunya membaca blog ini. Apakah posting ini terlalu idealis, terlalu naif atau malah kurang lengkap? Silahkan komen di posting ini.

Ciao

Kamis, 10 April 2014

Second Entry


Hello-hello, perkenalkan, aku author kedua di blog ini.

Well, sebenarnya, blog ini punya istri saya, well, berhubung dia pengen aku ikut meramaikan halaman ini, so, here goes nothing..

Tema hari ini adalah traveling. Seperti yg istriku sampaikan di "First Entry", dia sebenernya cukup menikmati jalan-jalan ke negeri antah berantah. Mungkin kalau nggak nikah denganku, dia mungkin sekarang sedang berjuang mendaki gunung Jaya Wijaya. Ahahahaha.. But that's her and her adventurous heart, and I appreciate her for chose to be next to me.

Mungkin, selaras dengan hobi istriku, aku seneng Fotografi,.. Hihi.. That's perhaps made Anton your type, didn't it? Aku suka mengabadikan momen-momen khusus ke dalam rekaman digital dan menikmatinya di lain waktu. Well, mungkin aku akan mencoba memasang beberapa hasil jepretanku disini.

Well, sesuai dengan tema hari ini. Hari ini aku baru saja menonton film The Secret Life of Walter Mitty, dimana secara singkat menceritakan Mitty yang dipaksa melanglang buana. Dan itulah para pembaca, yg akan kuceritakan di Blog ini. Well, let's gonna say that spoiler may be spoiled. So be warned.

Mitty adalah seorang pelamun. Baginya, isi kepalanya jauh lebih luas dari wilayah teritori China, pun jauh lebih ramai dari stasiun subway New York di jam sibuk. Mitty bekerja di sebuah perusahaan majalah dimana dia bekerja sebagai pengelola negatif film. Suatu hari, dia dikirimi sekumpulan foto dari seorang fotograper andalan di perusahaannya bersama dompet sebagai hadiah khusus untuk si Mitty. Sang fotograferpun tak lupa mewanti-wanti agar menggunakan foto nomor 25 sebagai cover utamanya. Tapi, apa yang terjadi? Ternyata foto nomor 25 tidak ada di kumpulan negatif yg Mitty terima. Mendapat tekanan kiri-kanan, Mitty akhirnya nekat mencari sang fotografer untuk menanyakan dimana foto nomor 25. Celakanya, sang Fotografer adalah seorang dengan jiwa bebas. Tidak ada satu orang pun yg tahu dimana keberadaannya dan satu-satunya petunjuk yg Mitty punya hanyalah kumpulan foto yang dikirim padanya. Berbekal foto, tekanan dari bos serta dukungan dari Ceryl Melhoff, Mitty pun melanglang buana.

Lanjutan cerita ini mungkin akan lebih baik kalau kalian lihat sendiri. Bukan karena aku malas menulisnya (sumpah.. Bukan karena itu.. Beneran.. Ok.. Karna aku malas) tapi juga karena kalian akan disuguhi pemandangan-pemandangan indah dari lokasi syuting. Seperti Greenland yg mayoritas salju dan Iceland yang dipenuhi pegunungan hijau (pretty ironic isn't it?). Selain itu, kalian juga akan diajak menyaksikan bagaimana traveling dapat memperlebar cakrawala seorang Walter Mitty dan membuat si Mitty sadar bahwa dunia nyata ternyata menghidangkan aksi yang lebih panas dan pedas dari khayalannya.

Mitty sedikit banyak menggoda para penontonnya untuk melangkahkan kaki kita sedikit (BANYAK) lebih jauh dari biasanya, seperti halnya film 5cm. Dan honest to be told, aku juga pengen sesekali jalan-jalan ke tempat antah berantah bersama istri dan anak-anakku nanti. Selain itu, Mitty juga cukup mengingatkanku akan seorang teman yg dulunya "orang rumahan" sekarang ketagihan travelling. Well, semoga nasibmu jauh lebih baik dari si Mitty kawan. Setidaknya si Mitty (spoiler alert) dipecat dari pekerjaannya.

Well, itu saja dulu mungkin sedikit cuap-cuapku tentang The Secret Life of Walter Mitty. Semoga bagi kalian yang belum pernah bepergian jauh, bisa memulai perjalanan pertama kalian. Bagi yg sudah traveling, semoga selamat dan have fun. Dan teruntuk istriku, kalau kita udah cukup settle down, InsyaAllah kamu akan kuajak travelling lagi, kali ini aku akan jadi personal fotografermu.

Terima kasih atas waktunya membaca cuap-cuapku. Seiring dengan waktu, blog ini akan kami perbaiki tampilannya. Dan sebagai janjiku, ini salah satu hasil jepretanku:


First Entry



Hai hai..
Nama saya Rizdka..terinspirasi pengen punya blog gara2 nonton drama korea “Personal Taste”. Disitu pemeran utama perempuannya punya blog yang nyeritain kehidupan dia sehari-hari. Dan saya pikir, asik juga kali ya punya blog yang nyeritain hal-hal yang disuka maupun yang ga disuka. Well, bukan cuma itu, tp bisa sharing ilmu, pengetahuan, dan pengalaman, that’s what more important!

Dan...akhirnya setelah sekian lama blog ini punya entry juga..hihihi..
Well..here it goes..

Tadi pagi, seperti biasa saya ngecek laman Yahoo! Indonesia. Ada beberapa artikel yang menarik salah satunya jelajah Angkor Wat Temple secara virtual. Koq bisa? Thanks to Google yg punya fitur Peta 3D Interaktif. Hmm..klo saya sii pengennya liat langsung kesana, tp belum punya kesempatan aja..hihihi..

Hal lain yang membuat saya tertarik dengan artikel ini adalah tautannya. Tautannya itu tentang seorang fotografer asal New York yang berlibur selama satu bulan di Indonesia. Disitu Anton berlibur ke Jakarta, Yogyakarta, Bali, Gili, Makassar, Ambon, dan Pulau Kei. Dari foto-foto yang dijepret selama perjalanannya itu, Anton membuat Online Magazine tentang Indonesia. Dan foto-fotonya benar-benar luar biasa. Foto-fotonya tidak hanya berfokus pada keindahan alam Indonesia, tapi juga keberagaman penduduknya.

Kamu bisa langsung liat online magz-nya di disini,

Baca artikelnya disini


Dan untuk tahu siapa Anton Repponen, ini linknya


n.b. Anton is quite of my type.. hihihi.. (kedua setelah kamu, suamiku :D :kiss).